9 Jam, Jalur KA Lumpuh

Empat dari 40 gerbong kereta api (KA) batu bara rangkaian panjang (babaranjang) sarat muatan, anjlok di Km 333+34 di Basmen Penimur, Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim. KA Babaranjang bernomor Log CC 20203–CC 20226 itu, melaju dari arah Tanjung Enim ke Tarahan, Bandar Lampung.
Informasi di lapangan, KA anjlok sekitar pukul 04.45 WIB dinihari kemarin (10/1). Sementara, lalu lintas normal kembali sekitar 9 jam kemudian, pukul 13.00 WIB.  Saat itu, seluruh rangkaian proses evakuasi rel tuntas.
“Kita turunkan satu unit alat berat Kombo Karno dan 3 gerbong tim penolong untuk mengangkat rangkaian gerbong yang anjlok untuk dinaikkan ke jalur rel,” ungkap  Kasi Ops KMD, Edi Susilo kepada wartawan, kemarin.
Lanjutnya, pukul 11.00 WIB tiga gerbong berhasil diangkat ke jalur rel. Sementara satu gerbong dievakuasi pukul 12.30 WIB. KA Anjlok dimasinisi Zulpadli dengan Asisten Masinis (Asmas) Harun dan kondektur Asri. “Kronologis kejadian pastinya, belum tahu. Yang jelas, saat evakuasi fokus kita bikin arus lalu lintas normal dulu,” imbuhnya.
Diketahui, anjloknya KA babaranjang tersebut menyebabkan KA penumpang dari Kertapati tujuan Lubuk Linggau maupun KA barang dari Tanjung Enim tujuan Tarahan, Lampung  terhambat. Hanya, kondisi itu diatasi secara darurat. “Sementara, dilakukan perbaikan darurat dengan mengangkat gerbong KA yang anjlok dan perbaikan jalur rel KA agar jalur kembali normal.”
Sekretaris Perusahaan PT BA Tanjung Enim, Sudarto, mengatakan, gerbong anjlok tak mempengaruhi angkutan batu bara PT BA. “Sifatnya hanya terhambat beberapa jam. Sementara, untuk stok batu bara di Kertapati, Palembang dan stok batu bara di Tarahan, Bandar Lampung, masih aman,” katanya.
KA babaranjang anjlok juga terjadi di Simpang Penimur, Prabumulih sekitar pukul 04.00 WIB, kemarin. Saat itu, babaranjang berhenti di Stasiun Simpang Penimur. Hanya, saat ingin berangkat, dua dari 40 gerbong keluar rel. Akibatnya, KA Sindang Marga jurusan Lubuk Linggau-Palembang tertahan di Stasiun Niru, Muara Enim.
Kepala Stasiun Prabumulih Abdullah Hubay mengaku belum mengetahui penyebab anjloknya gerbong babaranjang tersebut. “Kita fokuskan dulu untuk melancarkan arus KA dari Linggau menuju Palembang. Sekitar pukul 06.00 WIB,  kita pindahkan penumpang KA Sindang Marga dengan menggunakan 10 mobil. Jam 10.00 WIB, KA anjlok kita evakuasi dan pukul 12.00 WIB jalur sudah lancar,” jelasnya sembari menyebut jumlah penumpang yang tertahan di KA Sindang Marga sebanyak 340 orang.
Junior Manajer Operasional PT KAI Kertapati, Raden Setiawan, menambahkan pihaknya belum mengetahui secara detail penyebab anjloknya babaranjang tersebut. “Masih diselidiki, tapi khusus layanan operasi, harus kami utamakan penumpang cepat sampai di tujuan,” ujarnya yang menyebutkan KA yang anjlok dimasinisi Zulfadli dengan nomor lokomotif cc 20203/06.
Terpisah, Kahumas KA Divre III Sumsel As’ad Sayuti menyatakan, akibat anjloknya KA babaranjang, penumpang KA Serelo tujuan Kertapati-Lubuk Linggau di Stasiun Kertapati Palembang sempat tertahan 2,5 jam. Seharusnya berangkat pukul 09.30 WIB, namun baru berangkat pukul 12.00 WIB. “Jumlah penumpang sekitar 400-500 orang dan sudah diberi pengumuman karena ada rintang jalan. Juga ada lima orang yang membatalkan pemberangkatan. Sedangkan untuk tujuan Kertapati-Tanjung Karang tidak mengalami gangguan,” paparnya. (mg30/mg35/mg44)

Sumber Berita : Sumatera Ekspres

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s