Pemerintah Fasilitasi SNI untuk KUKM

JAKARTA – Koperasi, usaha kecil, dan menengah (KUKM) akan difasilitasi untuk memperoleh sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Pemberian sertifikasi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertujuan agar KUKM lebih kompetitif dalam menghadapi era perdagangan bebas dengan Asean dan Tiongkok (Asean-Tiongkok Free Trade Agreement/AFTA).

“Saya sudah berkoordinasi dengan dirjen saya (di lingkup Kemenperin) agar proses (untuk mendapatkan SNI) bisa dipercepat Kami akan fasilitasi untuk KUKM, Menteri Koperasi dan UKM sudah membicarakan (rencana itu) kepada kami,” kata Menteri Perindustrian (Menprin) MS Hidayat, di sela acara Rapat Kerja dengan Komisi VI, di Gedung DPR RI, Rabu (20/1).Hidayat menjelaskan, pihaknya tidak bisa memenuhi permintaan Menteri Koperasi dan UKM Sjariefuddin Hassan untuk membebaskan seluruh biaya sertifikasi SNI. Namun demikian, pihaknya mengupayakan agar pelaku KUKM tidak terlalu terbebani biaya sertifikasi tersebut.

“Oh enggak (tidak gratis), kami sudah berbincang dengan Menteri Koperasi dan UKM terkait permintaan itu. Jadi, kami upayakan agar KUKM tidak terbebani Kami tidak membebankan biaya yang besar bagi KUKM,” jelas dia.Di tempat yang sama, Kepala Badan Litbang dan Industri Kemenperin Dedi Mulyadi menambahkan, fasilitasi yang diberikan untuk KUKM adalah kemudahan proses pengurusan SNI. “Untuk memperoleh SNI ini, kami akan fasilitasi KUKM baik melalui proses pelatihan. Kami juga akan membantu dari sisi manajemen agar mereka bisa mencapai standar,” kata dia.

Di sisi lain, Ketua Komisi VI Erlangga Hartanto mengatakan, industri yang menerapkan SNI baru sekitar 50-60%, apalagi KUKM, jumlahnya dipastikan lebih sedikit Itu disinyalir karena pengurusan SNI membutuhkan waktu cukup lama dan biaya mahal.”SNI sebagai safeguard seharusnya memang dipermudah pengurusannya. Kendalanya selama ini, SNI kita belum sesuai dengan standar internasional. Kendala lain adalah biaya dan kepastian waktu, bahkan biaya untuk SNI juga tidak murah dan bervariasi,” papar dia.

Optimistis

Sementara itu, Sjariefuddin Hasan mengatakan, pihaknya telah melakukan pembinaan agar produk KUKM dapat memenuhi ketentuan untuk mendapatkan SNI. Berbagai upaya terkait sosialisasi dan bentuk-bentuk capacity buildingantara lain adalah pelatihan, konsultasi, workshop, serta studi banding. “Kami juga akan mengupayakan untuk memberikan kemudahan pengurusan di Lembaga Sertifikasi Produk. Kami akan terus berkoordinasi,” kata dia.Terkait kemampuan KUKM untuk bersaing dengan produk Tiongkok yang jauh lebih murah, Menteri Koperasi dan UKM optimistis konsumen domestik Iebih memilih kualitas dibandingkan harga murah, sehingga produk KUKM akan mampu bertahan dalam persaingan AC-FTA.

“Harga murah itu kan pasti kualitasn/a rendah, jadi di Cibayut kemarin kami survei produk buatan Tiongkok, temyata dua bulan dipakai habis (rusak), dan masyarakat tahu itu,” papar dia.Sjarief menambahkan, produk KUKM lebih mahal, karena biaya produksi dan logistik tinggi. Untuk itu, dia menilai pembenahan jaringan infrastruktur perlu dilakukan untuk menekan biaya tersebut.

Sumber : Investor Daily Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s