Dari Koleksi Sampai Bisnis

MUNGKIN orang tidak akan percaya bila melihat model mobil atau replika mobil yang wah seperti Toyota Land Cruiser, Toyota Alphard, Mercedez Benz, Honda CR-V, Wrangler, Hardtop hingga Hummer, Formula 1 atau Ferrari sport yang ukurannya mulai dari sebesar kotak korek api hingga sepatu.

Mobil-mobil itu ditangan sekelompok orang dan memperlakukannya bak mobil sebenar-benarnya. Ukurannya mulai dari 1:16, 1:18 maupun 1:64. Perbandingan itu diartikan bahwa ukuran miniatur satu per sekian dari ukuran aslinya. Contoh, 1:16 maka ukuran replika lebih kecil 16 kali dibanding yang sebenarnya. Semakin besar angka pembandingnya, semakin kecil pula ukuran model mobil tersebut.

Tetapi itulah yang dilakoni sekelompok orang dalam Palembang DieCast (PDC). Setiap hari Minggu pagi mereka menyempatkan memamerkan koleksinya di keramaian. Tempat yang terbilang favorit memajang koleksi yang jumlahnya mencapai ratusan, adalah Lapangan Parkir Bumi Sriwijaya.
Antariksawan atau dipanggil Wawan menyebut PDC sudah hadir sejak lama. Namun aktivitasnya memang tidak begitu menonjol atau terpublikasi. Bahkan ditanya siapa ketua atau pimpinannya, tak satupun yang mau mengaku. Saat ini jumlah anggotanya pun tidak dilisting (daftar) secara khusus. “Kalau ditanya jumlah anggota, ya cuma bisa menyebut puluhan,” ujar Wawan.

Menurut Wawan, apa yang mereka koleksi sebetulnya dapat dikategorikan menjadi dua. Pertama yang disebut model replika. Jenis ini nyaris mirip dengan aslinya baik eksterior maupun interior mobil. Sedangkan yang kedua adalah mainan. Kalau replika lebih sulit mendapatkannya karena berurusan dengan pihak yang mengeluarkan mobil tersebut misalnya harus ke dealer mobil bersangkutan.

Sedangkan untuk yang bersifat mainan relatif lebih mudah diperoleh karena dijual. Tetapi menurut Wawan, yang berbentuk replika pun terkadang dijual. Namun ia sendiri tidak mengetahui sumbernya dari mana.
Berbagai Jenis

Diantara anggota PDC tersebut masing-masing mengkoleksi model mobil tersebut. Ada yang suka dengan model replika, tetapi ada yang suka dengan yang bersifat mainan. Demikian pula dengan model mobil, adanya suka jenis SUV, sedan atau yang telah dimodifikasi dan lainnya.
Koleksi yang dimiliki masing-masing anggota tidak sama, baik dari sisi jumlah maupun ukuran. Seperti halnya Wawan yang memperkirakan punya koleksi hingga lima ribu koleksi dari berbagai ukuran. Sedangkan Dedi mengatakan baru sedikit koleksinya. Ia mengaku baru bergabung karena tertarik dengan koleksi replika maupun mainan.

Meski namanya komunitas yang bersifat guyub, tetapi bukan berarti persaingan hilang sama sekali. Tetap ada persaingan diantara mereka yang bergabung dalam komunitas kolektor miniatur mobil. Persaingan itu terjadi untuk memburu model mobil tertentu yang sama disukai. “Itu biasa di dunia kolektor. Sebenarnya tidak ada masalah,” kata Romi. Keadaan menjadi berbeda bila di antara mereka memburu model yang berbeda-beda. Bahkan mereka saling bertukar informasi yang mereka ketahui mengenai model mobil yang tengah diburu rekannya.

Jual beli pun bisa terjadi antara anggota komunitas. Bahkan diantara mereka bisa saling tukar alias barter bila saling menyukai model mobil. Bahkan bila percaya, model mobil milik salah satu orang bisa dipinjamkan sementara waktu sebelum sebelum resmi dibeli. Transaksi replika atau mainan bisa saja terjadi bila ada kolektor yang ingin melepas koleksinya. Bisa jadi karena sudah punya dobel atau bosan. Soal harga tentunya melihat kondisi koleksi. Selain ukuran, warna dan kondisi mempengaruhi tawar menawar.

Menurut Romi yang juga pengkoleksi replika mobil, harga bisa tinggi bila dilihat dari kelangkaan barang. Kalau yang biasanya minimal Rp 10 ribu rupiah. Semakin langka akan semakin tinggi. “Tidak menutup kemungkinan harga replika mobil lebih tinggi dari mobil yang sebenarnya,” ujarnya seraya mengaku ia punya satu replika yang dinilai langka, yakni Hardtop berwarna silver. sripo

Sumber : Sriwijaya Post – Sabtu, 6 Februari 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s