>Harga Komoditas Tingkatkan Ekspor

>BIBIT TANAMAN RAKYAT. Melambungnya harga komoditas dunia telah menguntungkan ekspor Indonesia. Maka, sepanjang 2010, ekspor Indonesia melesat 35,58% dibanding tahun sebelumnya menjadi US$ 157,73 miliar. Bahkan pada bulan Desember 2010, nilai ekspor menembus US$ 16,78 miliar. Ini tertinggi dalam sejarah.

Direktur Perencanaan Ekonomi Makro Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bambang Prijambodo mengatakan, ekonomi dunia yang kembali siuman juga memberi kontribusi kenaikan ekspor Indonesia. Mulai pulihnya ekonomi dunia dari krisis 2008 membuat permintaan komoditas meningkat. “Indonesia termasuk negara dengan potensi komoditas primer besar,” kata Bambang, Rabu (2/2).

Tak heran, yang mendominasi rekor ekspor Indonesia sepanjang 2010 memang ekspor migas dan komoditas primer, seperti minyak sawit mentah dan batubara. “Meskipun volume ekspor mulai meningkat, faktor penopang terbesarnya adalah harga komoditas dunia yang sedang tinggi,” ujar Bambang lagi.

Bambang menambahkan, sejauh ini negara kawasan Asia yang memimpin pemulihan ekonomi dunia. “Kalau Asia bergerak, maka permintaan tinggi dan harga menjadi tinggi,” terangnya.

Ke depannya, ia memprediksi harga komoditas dunia akan tetap stabil dan tidak merosot.

Namun, masih mungkin terjadi perlambatan harga komoditas akibat langkah berbagai negara mengatasi tekanan inflasi. Namun, penurunan harga komoditas dunia tentu tak akan terjadi selama resesi tidak mengancam lagi. “Sejauh ini tidak ada sinyal krisis finansial,” ulas Bambang.

Pengamat ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latief Adam mengatakan, catatan rekor ekspor Indonesia secara kuantitaif memang perlu diapresiasi. “Harga kelapa sawit dan lainnya memang sedang meningkat. Dari sisi kuantitas memang melonjak, tapi ini harus kita cermati,” kata Latief.

Menurut dia, lima dari 10 komoditas ekspor utama Indonesia merupakan komoditas primer. Kondisi ini, papar Latief, menunjukkan eskpor Indonesia masih mengandalkan komoditas sumber daya alam atau bahan mentah yang diekspor tanpa proses pengolahan dahulu.

Ini jelas merugikan kita. Sebab negara lain lah yang akan mengambil nilai tambah. Negara-negara lain itu akan mengolah komoditas primer untuk kemudian dijual kembal ke pasar Indonesia dengan harga lebih tinggi. “Akhirnya barang dari kita kembali lagi dengan harga lebih mahal,” ujarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s