>Taman Nasional Kepulauan Togean

>


MENTERI KEHUTANAN
REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN
NOMOR : SK.418/Menhut-II/2004
TENTANG
PERUBAHAN FUNGSI KAWASAN HUTAN DAN PENUNJUKAN KAWASAN PERAIRAN SELUAS ± 362.605 (TIGA RATUS ENAM PULUH DUA RIBU ENAM RATUS LIMA) HEKTAR, TERDIRI DARI HUTAN LINDUNG SELUAS ± 10.659 (SEPULUH RIBU ENAM RATUS LIMA PULUH SEMBILAN) HEKTAR, HUTAN PRODUKSI TERBATAS SELUAS ± 193 (SERATUS SEMBILAN PULUH TIGA) HEKTAR, HUTAN PRODUKSI TETAP SELUAS ± 11.759 (SEBELAS RIBU TUJUH RATUS LIMA PULUH SEMBILAN) HEKTAR, HUTAN PRODUKSI YANG DAPAT DIKONVERSI SELUAS ± 3.221 (TIGA RIBU DUA RATUS DUA PULUH SATU) HEKTAR DAN PERAIRAN LAUT SELUAS ± 336.773 (TIGA RATUS TIGA PULUH ENAM RIBU TUJUH RATUS TUJUH PULUH TIGA) HEKTAR, TERLETAK DI KABUPATEN TOJO UNA-UNA, PROVINSI SULAWESI TENGAH MENJADI TAMAN NASIONAL KEPULAUAN TOGEAN
MENTERI KEHUTANAN,
Menimbang
:
a.
bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 757/Kpts-II/1999 tanggal 23 September 1999 telah ditunjuk areal hutan di Provinsi Sulawesi Tengah seluas ± 4.394.932 (empat juta tiga ratus sembilan puluh empat ribu sembilan ratus tiga puluh dua) hektar sebagai kawasan hutan diantaranya Kawasan Hutan Lindung seluas ± 10.659 (sepuluh ribu enam ratus lima puluh sembilan) hektar, Hutan Produksi Terbatas seluas ± 193 (seratus sembilan puluh tiga) hektar, Hutan Produksi Tetap seluas ± 11.759 (sebelas ribu tujuh ratus lima puluh sembilan) hektar, dan Hutan Produksi yang dapat dikonversi seluas ± 3.221 (tiga ribu dua ratus dua puluh satu) hektar di Kepulauan Togean Kabupaten Tojo Una-Una;
b.
bahwa kawasan hutan seluas ± 25.832 (dua puluh lima ribu delapan ratus tiga puluh dua) hektar tersebut butir a dan kawasan perairan Kepulauan Togean seluas ± 336.773 (tiga ratus tiga puluh enam ribu tujuh ratus tujuh puluh tiga) hektar merupakan kesatuan ekosistem pulau-pulau kecil yang memiliki keanekaragaman hayati laut dan darat yang tinggi diantaranya termasuk jenis endemik dan langka;
c.
bahwa kawasan perairan Kepulauan Togean merupakan habitat dari berbagai biota laut dan berpotensi untuk wisata alam bawah laut dengan ditemukan 262 jenis terumbu karang diantaranya endemik (Acropoda togeanensis), 596 jenis ikan diantaranya endemik (Paracheilinus togeanensis dan Ecsenius sp.) 555 moluska serta jenis langka lainnya seperti Kima raksasa (Tridacna gigas), Kima sisik (Tridacna squamosa), Penyu hijau (Chelonia mydas), Penyu sisik (Eretmochelys imbricata), Lola (Trochus niloticus), Dugong (Dugong dugong), Paus pilot dan berbagai jenis biota darat yang dilindungi dan endemik seperti Rusa (Cervus timorensis), Monyet togean (Macaca togeanus), Biawak togean (Varanus salvator togeanesis), dan jenis langka seperti Kuskus beruang (Phalanger ursinus), Tarsius (Tarsius spectrum), Babi rusa (Babyrousa babirussa), Ketam kenari (Birgus latro), 97 jenis burung, 363 jenis flora antara lain Meranti (Shorea sp.), Kayu besi (Intsia bijuga), Palapi (Heritiera sp.), 33 jenis tumbuhan mangrove, berbagai jenis amphibia dan reptilia;
d.
bahwa berdasarkan laporan hasil pengkajian dan rekomendasi Tim Terpadu sesuai Berita Acara tanggal 1 Oktober 2004, kawasan hutan dan perairan laut seluas ± 362.605 (tiga ratus enam puluh dua ribu enam ratus lima) hektar tersebut butir b memenuhi syarat menjadi Taman Nasional;
e.
bahwa berhubung dengan itu, untuk menjamin perlindungan, kelestarian dan pemanfaatan potensi kawasan hutan dan wilayah perairan tersebut, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 68 tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, maka dipandang perlu untuk mengubah fungsi kawasan hutan dan menunjuk kawasan perairan seluas ± 362.605 (tiga ratus enam puluh dua ribu enam ratus lima) hektar terdiri dari Hutan Lindung seluas ± 10.659 (sepuluh ribu enam ratus lima puluh sembilan) hektar, Hutan Produksi Terbatas seluas ± 193 (seratus sembilan puluh tiga) hektar, Hutan Produksi Tetap seluas ± 11.759 (sebelas ribu tujuh ratus lima puluh sembilan) hektar, Hutan Produksi yang dapat dikonversi seluas ± 3.221 (tiga ribu dua ratus dua puluh satu) hektar, dan kawasan perairan laut seluas ± 336.773 (tiga ratus tiga puluh enam ribu tujuh ratus tujuh puluh tiga) hektar terletak di Kabupaten Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah sebagai Kawasan Pelestarian Alam dengan fungsi Taman Nasional, dengan Keputusan Menteri Kehutanan.
Mengingat
:
1.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990;
2.
Undang-Undang Nomor 24 tahun 1992;
3.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997;
4.
Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999;
5.
Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1970;
6.
Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1985;
7.
Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1998;
8.
Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000;
9.
Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2002;
10.
Keputusan Presiden Nomor 228/M Tahun 2001;
11.
Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 757/Kpts-II/1999;
12.
Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 123/Kpts-II/2001;
13.
Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 70/Kpts-II/2001 jo. Nomor SK.48/Menhut-II/2004.
Memperhatikan
:
1.
Surat Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 556/38/Dishut/GST tanggal 21 Pebruari 2004, Nomor 522/244/DISHUT-GST tanggal 23 Agustus 2004 dan Nomor 522/283/DISHUT tanggal 14 Oktober 2004;
2. Surat Bupati Tojo Una-Una Nomor 556.1/0144/B-TU tanggal 27 Pebruari 2004;
3. Berita Acara Hasil Pengkajian Tim Terpadu tanggal 1 Oktober 2004.
M E M U T U S K A N :
Menetapkan
:
PERTAMA
:
Mengubah fungsi kawasan hutan dan menunjuk kawasan perairan seluas ± 362.605 (tiga ratus enam puluh dua ribu enam ratus lima) hektar terdiri dari Hutan Lindung seluas ± 10.659 (sepuluh ribu enam ratus lima puluh sembilan) hektar, Hutan Produksi Terbatas seluas ± 193 (seratus sembilan puluh tiga) hektar, Hutan Produksi Tetap seluas ± 11.759 (sebelas ribu tujuh ratus lima puluh sembilan) hektar, Hutan Produksi yang dapat dikonversi seluas ± 3.221 (tiga ribu dua ratus dua puluh satu) hektar, dan kawasan perairan laut seluas ± 336.773 (tiga ratus tiga puluh enam ribu tujuh ratus tujuh puluh tiga) hektar terletak di Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah sebagai kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean.
KEDUA
:
Batas sementara Taman Nasional tersebut diktum PERTAMA, adalah sebagaimana terlukis pada peta lampiran keputusan ini, sedangkan batas tetapnya akan ditentukan setelah diadakan penataan batas di lapangan.
KETIGA
:
Memerintahkan kepada Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam untuk melakukan pengelolaan atas Taman Nasional Kepulauan Togean.
KEEMPAT
:
Memerintahkan kepada Kepala Badan Planologi Kehutanan untuk mengatur pelaksanaan pengukuhan kawasan hutan sebagaimana dimaksud dalam Keputusan ini.
KELIMA
:
Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : J A K A R T A     
Pada tanggal : 19 Oktober 2004 
MENTERI KEHUTANAN,
ttd.             
MUHAMMAD PRAKOSA
Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. :
1.   Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
2.   Menteri Negara Lingkungan Hidup.
3.   Menteri Dalam Negeri.
4.   Menteri Pertanian.
5.   Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
6.   Menteri Kelautan dan Perikanan.
7.   Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah.
8.   Menteri Perhubungan dan Telekomunikasi.
9.   Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS.
10. Menteri Negara Pariwisata dan Kebudayaan.
11. Kepala Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional.
12. Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
13. Pejabat Eselon I Lingkup Departemen Kehutanan.
14. Gubernur Sulawesi Tengah.
15. Bupati Tojo Una-Una.
16. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah.
17. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah.
18. Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah VI Manado.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s